KH. Moh Imdad Robbani: AI Merenggut Daya Pikir Pelajar

Kamis, 01 Januari 2026 - 05:18
Bagikan :
KH. Moh Imdad Robbani: AI Merenggut Daya Pikir Pelajar
KH. Moh Imdad Robbani saat mengisi pegajian setiap sore di Masjid Jami' Pondok Pesantren Nurul Jadid. [Tangkapan Layar YouTube Pondok Pesantren Nurul Jadid]

alfikr.id, Probolinggo-  "Lembaga atau komunitas pembelajaran yang tidak memberikan akses terhadap handphone atau teknologi lainnya di masa perkembangan awal anak, merupakan nikmat besar sekali,” terang KH. Moh. Imdad Robbani dalam pengajian kitab Syahrul Hikam di Musala Riyadlus Sholihin, Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, pada Ahad (28/12/25).

Menurut Kiai Imdad, seorang yang masih berada dalam tahap awal belajar seperti siswa dan mahasiswa, tapi sudah terbiasa dengan gratifikasi instan, sebagaimana yang disuguhkan berbagai aplikasi di handphone dapat menumpulkan ketajaman berpikir untuk memperdalam ilmu.

“Belum lagi sekarang ada Artificial Intelligence (AI, red) seperti Chat GPT, Gemini, DeepSeek, dan seterusnya. Apabila sudah terbiasa menggunakan itu, otaknya tidak akan berkembang. Sebaiknya otak dibebani dengan berpikir, merenung, diskusi, dan berbagai kegiatan belajar lainnya,” jelas beliau.

Beliau mencontohkan kerja otak seperti otot tubuh. Ketika otot tidak dibiasakan untuk mengangkat barang berat, olahraga, dan bergerak maka kekuatan otot akan lemas. Begitu pun dengan otak, jika tidak digunakan untuk berpikir, membaca serius, merenung, dan diskusi maka daya berpikirnya akan lemah.

“Jika hal ini terjadi pada satu dua orang masih bisa ditangani bersama. Akan tetapi ketika terjadi secara massal, ada jutaan orang di dunia sudah tidak mampu untuk berpikir berat bahkan kritis, yang akan muncul adalah generasi bodoh,” tutur beliau.

Sebelum kehadiran teknologi yang canggih seperti AI, dawuh Kiai Imdad, ketika menyusun makalah harus membaca beberapa buku fisik, sehingga dalam proses membaca ada fase pikiran berdialog dengan penulis buku.

“Namun saat ini, untuk mengetahui kesimpulan buku cukup mengupload file buku PDF ke AI, bahkan minta jawaban ke AI. Bukan berarti AI tidak ada gunanya. AI itu sangat berguna bagi orang yang sudah terbiasa berpikir, hanya sekadar membantunya untuk diskusi, itu bagus,” pungkas beliau.

Penulis
Moh. Dzikrillah
Editor
Ahmad Rifa'i

Tags :